1
Cahaya Lampu Menyilau
Canda Terhening
Dibalik Pintu Yang
Seolah Bercahaya
Seolah Kulihat Sosok
Dirimu Dari kerenda
Hati Ini Berdesir. Jantung
Berdetak.
Seolah Memberitahuku
Akan Sosok Yang Begitu Kucinta.
Namun, Silau Pintu
Menghalangi Pandanganku.
Apakah Benar Itu
Dirimu?
Kuberitahu Teman Tuk
Memastikan
Bahwa Sosok Yang Yang
Terduduk Itu Adalah Dirimu Yang Menawan
Hingga Kutahu Itu
Benar-Benar Kau Pujaan.
Diri ini bahagia akan
dirimu yang mententramkan.
2
Embun Menetes Dihati
Yang Gersang.
Mengundang Para
Kumbang Tuk Ramaikan Hatiku
Bunga Dan Rumput-Rumput
Nan Hijau Pun Tumbuh.
Menghiasai Serta Memenuhi
Taman Hatiku.
Pujaan, Indah Hati
Ini Mendamba.
Dirimu Yang Begitu
Mempesona.
Menyilaukan Hariku. Menerangi
Malamku.
Kekuatan Cintaku Akan
Dirimu Begitu Mengherankanku
Tak Dapat Dinalar
Menggunakan Logika. Tak Dapat Dihitung Menggunakan Matematika.
Pertemuan Di Pintu,
Dijalan. Dikelas. Di Kantin Semuanya Serba Kebetulan.
Seolah Tlah Tertulis
Dalam Sebuah Kisah Romantic Sepasang Anak Manusia.
Sebuah Kisah Cinta
Nan Indah Mempertemukan Kita Berdua.
Pujaan, Merasakah
Dikau Seperti Yang Kurasakan?
Pertemuan Singkat yang
Begitu Mengesankan
Meski Sekilas Diri
Menampak akan Cinta
Namun, Bahagia Hati
Dan Raga Ini Karenanya.
_Sakti Ananta-18/10/2011_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar