Minggu, 29 September 2013

perasaan orang siapa yg tau?

Perasaan orang siapayang tahu? Aku selama ini menjalani masa yang sulit, setelah lama tak memikirkan jodoh. Setelah aku berkomitmen, untuk tidak berpacaran, lagi. Yah, sekarang ini aku dihadapkan pada situasi yang aneh. Aku jadi sadar, bahwa aku ini, terlalu aneh, dan terlalu frontal, dan terlalu agresif, dan terlalu.. keterlaluan. Aku berusaha menjaga hati, namun, sikapku tidak menunjukkan demikian. Mungkin, setelah dari taliwang, imanku benar benar diuji, Dan kenyataan, bahwa “ kemungkaran yang kecil, lebih baik dimaklumi untuk mencegah kemungkaran yang lebih besar” telah menunjukkan pandangan baru untukku.  Namun, aku jadi bingung. Bagaimana aku menghadapi semuanya? Sementara aky telah terbiasa. Amalan ku, istiqomahku.. Diuji, dan aku di ombang ambingkan dengan kenyataan. Pernyataan Ust Safarudin yang terakhir “kta harus bertahan, layaknya sebuah kapal yang diterjang ombak besar, seperti itulah dakwah”

Dan selepas itu, dari Taliwang sumbawa, mungkin pandangan ku ini terlalu tegak pada mereka. Pada cewek2, sehingga hatiku ini sedikit goyah, oyah, ingin mencoba untuk pacaran kembali, atau setidaknya pedekate dengan teman lawan jenis, menjadi gebetan. Astagfirullah. Allah... Kuatkan. Allah.. Kuatkan Imanku yang goyah ini. Astagfirullah.. Aku mohon petunjukMu. Agar, nanti, engkau beri Jodoh kepadaku, yang lebih baik daripada mereka semua. Baik dalam segi kecantikan, keturunan, harta, dan Agamanya. Aku berpasrah Kepadamu. Dan semoga, Engkau beri aku Rizki yang baik, dan dari cara yang baik, dan kayakanlah aku di Dunia dan Akhirat. Baik kaya dalam Harta, maupun dalam Iman Islam Rabbana atina fidunya Khasanah wa filakhirati khasanah wakinna adzabannar. Allahumma atsir maali, wawaladzi wa bariklii fiima a’thoitani. Subhana rabbika rabbil izzati amayaa syifun wa salamun alal mursalin walhamdulillahirabbil alamiin. Alhamdulilahi tawakaltu ilallah....

Selasa, 18 Juni 2013

Catatan hati seorang yang rendah diri

Meskipun tidak sempurna, sesempurna harapan semua orang dan harapanku pribadi... Minimal.. Dia baik... Tau syariat agama (sholehah)... Sayang sama ibu, bapak, dan adek2ku.. dan menerima aku apa adanya. InsyaAllah.. Aku memilihnya...

Aku ini... Telah terlarut dalam cinta,, Banyak cinta.. Sehingga ketika tiba pada suatu titik penentuan, aku jadi bingung sendiri memutuskannya.
Aku tak ingin pacaran.. Itu prinsip yang aku emban sejak kelas 2 SMA dahulu, 5 tahun yang lalu. Namun aku tak jua urung untuk meninggalkannya.
Satu hal yang aku tau... Aku berjanji pada diri sendiri, pada Allah, dan pada lingkungan sekitarku, lingkungan bergaulku yaitu teman - teman Ikhwah.
Selain itu, aku juga ingin membuktikan janjiNya untuk memberikan kebahagiaan yang tiada tara jika aku sanggup bertahan dan lebih memilih pacaran setelah menikah.
Aku yakin, dibalik sesuatu yang sulit, pasti ada yang manis.
Dilain hal, alasanku untuk tidak pacaran adalah aku rendah diri, tidak pantas dengan siapapun karena status sosial keluargaku yang masih pas - pas an. Bapakku hanyalah guru SMA dan ibuku asisten apoteker, pendidikannya hanyalah SMF.
Dan aku dalam hal ini masih berjuang untuk mengentaskan status sosial keluargaku ini.

Aku hanyalah lumpur yang rendah tak berharga.
Terinjak - injak walau mutiara ada dibalikkya, tak ketara.
Aku hanyalah lumpur yang tak bernilai,
yang terhempas air comberan lalu hilang, mati.
Aku hanya mendambakan RahmanNya dan RahimNya.
yang jikalau aku tunduk padaNya, mengikuti petunjukNya.
Dia akan mengubah lumpur ini menjadi patung - patung yang bernilai tinggi.
Yang dikagumi, yang dicintai, dan disimpan pada barang - barang berharga milik empunya.

Aku hanyalah binatang jalang
yang mendambakan daging yang lezat di nampan sang tuan.
Aku ini hanyalah binatang jalang
yang mengejar rembulan dan berharap untuk dapat sedikit mengigitnya karena kelaparan.
Namun aku tak akan menyerah dengan mempiku
Namun aku tak mau kalah dengan menyerah
Aku ingin meraihnya, setapak demi setapak.
Meski tak tau kapan aku akan meraihnya.
Hanyalah keyakinan yang menguatkan aku.
Hanyalah semangat yang mendorongku untuk meraihnya.
Mimpi, meski berat, namun bukanlah hayalan, namun hanyalah kenyataan yang tertunda...
(hanyalah usaha yang dapat mendekatkan kita pada mimpi - mimpi kita)

Sabtu, 30 Maret 2013

21 Agustus 2012

Perlahan lahan aku mendekatimu.
Selangkah demi selangkah.
Mungkin aku terlalu berhati - hati.
Itu semua karena aku malu.
Malu jika kau terlalu dini mengetahui perasaanku.
Mungkin juga takut.
Takut karena kau akan campakkan cintaku.

Rabu, 20 Maret 2013

Cinta Abu - Abu Putih.. Opening..

       Cinta.. Aku yakin, cinta dialami oleh seluruh manusia. Termasuk aku, yang pada detik ini urung untuk menyatakan cinta, enggan menyatakan cinta, lebih tepatnya takut menyatakan cinta. Kenapa? Jika engkau bertanya demikian kawan, hal ini disebabkan banyak hal. 
       Jawaban jujur yang paling keren dariku (menurutku) adalah, bahwa aku, sekarang ini, tidak menemukan Tujuanku untuk menyatakan cinta. Sebab, jikalau dengan menyatakan cinta aku  mempunyai hubungan special dengan seseorang atau pacaran dengan seorang gadis, aku enggan, karena aku belum merasa membutuhkan itu. Jikalau dengan menyatakan cinta aku merasa tidak kesepian, ada pendamping, ada teman berbagi, aku rasa aku lebih memilih yang halal bagiku. Jikalau dengan menyatakan cinta aku merasa bahagia dan lega, aku tidak merasa demikian, justru aku merasa terkekang dan terbebani.
       Jawaban yang paling religius dariku (menurutku) adalah, bahwa Tuhanku yang aku percaya kepadaNya, melarang aku menyatakan cinta pada orang yang tidak halal bagiku. Dia, menyatakan, bahwa "Ia telah menjadikan aa yang ada di bumi sebagai perhiasan bagi manusia untuk Dia dapat menguji siapakah diantara manusia yang terbaik perbuatannya" Al Kahfi 7. Jadi, cinta dan perasaan cinta yang menggebu - gebu ingin disampaikan adalah cobaan bagi kita, manusia. Ya, untuk mendapatkan SurgaNya tidaklah mudah kawan. Umat - umat terdahulu saja sampai mengeluh akan bencana dan ujian yang sering mereka alami, namun Nabi menguatkannya dengan mengingatkan akan imbalan Surga dariNya.
      Dan, jawaban yang lain, yang bagiku gak terlalu keren, adalah, aku belum siap Nikah! (statement ini disebabkan 2 alasan diatas, lebih - lebih alasan kedua). Kenapa? Karena aku gak mau obral janji, dan aku mengharapkan cinta yang halal dan cinta yang indah seperti Fahri dan Aisya di novel Ayat - Ayat Cinta. :p Agak aneh memang, jika dekaitkan dengan novel, namun aku yakin itu. Seperti kenapa yahudi dan muslim diharamkan makan babi, seperti muslim yang diharamkan meminum khamr, alasannya adalah karena itu semua enak dan memabukkan. Karena, jika kita memakan itu semua, kita tidak akan memakannya di Surga. Mungkin seperti itulah menahan menyatakan cinta, atau menyatakan cinta pada waktunya ketika kita siap untuk menikah. Ya, alasann yang aku yakini adalah, agar kita dapat mencapai kebahagiaan dan bukan kejenuhan ketika kita menjalani rumah tangga nanti.
       Namun, aku memanglah manusia biasa kawan. Manusia yang tidak terlepas dari kilaf dan salah. Manusia yang pernah merasakan indahnya jatuh cinta. Manusia yang pernah mabuk akan cinta. Hal ini aku alami, ketika aku berada di SMA.

 Bersambung...

Minggu, 17 Maret 2013

****

       Aku masih belum dapat melupakannya. Meskipun aku mencoba sekuat tenaga tuk melupakannya, karena aku mersasa tak pantas untuknya. Tak pantas dan tidak siap mental jika harus bersanding dengannya. Dia begitu misterius bagiku. Begitu berharga, sampai2 aku sendiri enggan untuk berkata, lidahku seakan kaku dihadapnya. Dialah seorang gadis yang sungguh, aku suka. 
      Perasaan ini dimulai ketika aku harus menuruti permintaan teman - temanku, dan juga adek2 mantan organisasiku di SMA. Aku merasa exited banget!! Hal ini adalah pengalamanku membagi ilmuku secara formal, ilmu manajemen, pada anak SMA, dimana mereka adalah adek2 organisasiku di SMA, PRADA.
        Tidak ada persiapan khusus untuk menyiapkan materi yang harus aku sampaikan, karena aku telah mendapatkan inti - inti materi dan goal yang akan dicapai adek2 nanti setelah materi dariku. Aku menyampaikan manajemen waktu, motivasi diri, dan lain. Lalu aku meminta mereka untuk menuliskan kesan - kesan tentang penyampaian materiku. Tidak ada yang menarik dari komentar mereka, namun, ada yang menarik dari penyampaian mereka dan individu mereka. Entah mengapa, aku tertarik pada anak itu.
           Dia tidak begitu tinggi, dengan jilbab yang lumayan lebar dan lucu, seperti yang biasa dipakai bu Mardiyah, guru Bahasa Indonesiaku dulu ketika SMA, guru yang sangat menginspirasiku. Meskipun dia cantik, namun bukan kecantikannya yang menarik untukku. Hanyalah jilbabnya yang lebar yang mampu meretakkan hati yang membatu ini. Aku secara tersembunyi mencari tau namanya, berusaha tidak sefrontal dan semencurigakan mungkin. Dan melalui 2 sampai 3 rangkaian acara, aku mulai tahu namanya, ****.
            Aku tidak dapat menyebutkan namanya sekarang kawan, aku takut dia nanti malah menjauh dariku, aku tak ingin. Biarlah, nanti ketika dia tahu, tahu akan perasaanku padanya, dimana dia berbicara, dan aku menyimaknya secara langsung, aku akan menyampaikan pada kalian, dan mengganti bintang-bintang diatas itu. Yang jelas, dia adalah seorang gadis belia yang dapat membuatku galau, telah dapat membuatku benar - benar jatuh hati, suatu hal yang langka, yang jarang aku alami. ****lah yang mempu melakukannya kali ini.
           Sebenarnya, perasaan itu tidaklah muncul secara tiba - tiba, karena, ketahuilah kawan, aku sangat selektif dan tidak mau sembarangan mencintai seseorang gadis. Hal ini, perasaan cinta ini, justru hadir jauh setelah acara itu selesai. Sekitar 3 s/d 5 bulan atau lebih, aku tidak begitu ingat. Sebelumnya, aku hanya dapat memikirkannya, hanyalah mengagumi. Itu saja, tidak lebih. Hingga sebuah kesempatan bagiku untuk lebih dekat dengannya ada.
              Hal ini terjadi, ketika aku menginap di Hotel Grand Palace Surabaya bersama Pak De yang sedang ada tugas untuk memberi pelatihan pada sebuah organisasi, yang aku gak tau. Aku hanya diminya oleh beliau menemani. Pada sore hari menjelang malam, di hotel itu, ketika aku membaca dan meresume buku Akuntansi Biaya, tiba - tiba salahsatu adik organisasiku di Smada Amanda sms, mengenai kehadiran di salah satu acara, mungkin halal bihalal, disitu ia menulis contatc person yaitu no nya dan nomor dia, ****. Pada awalnya, aku ragu untuk membalas, meskipun aku senang karena kesempatanku untuk mengenal **** lebih jauh ada. Akhirnya, setelah berpikir beberapa saat, aku memutuskan untuk membalas kedua nomor di contatc person itu, agar tidak mencurigakan.
            Ada respond pada keduanya, pasti. Kemudian aku lebih membalas panjang lebar pada ****. Aku bercerita mengenai cuplikan Novel Karya Andrea Hirata, Padang Bulan-Cinta dalam Gelas, mengenai ulang tahun. Sejak saat itu, aku lebih nyambung berinteraksi dengannya berkaitan dengan novel Andrea ini. Sejak saat itu, aku mulai sering berkomunikasi melalui sms dengannya. Mengenai apapun, dan sampai sekarang, smsnya masih aku simpan di memory ponselku. Sungguh, bukan karena aku geje namun lebih karena aku jarang mengalami perasaan seperti ini. Sejak saat itu, sejak saat mulai kenal dia, aku mulai cerewet dan terbuka banget dengan dia, aku mulai suka bercerita mengenai apapun, pengalamanku, kepadanya.
           Sebenarnya, hal yang sangat crusial dimana aku jatuh cinta dengannya adalah ketika aku secara tidak sengaja membuka blognya. Tulisannya bagus, dan disitu aku membaca, bahwa dia ingin untuk menjadi pengusaha. Hal ini menguatkanku, bahwa aku harus melupakan harapanku untuk dapat mempunyai istri yang mempunyai keahlian dibidang kesehatan seperti ibuku, karena hal ini mungkin hanyalah sebuah angan - angan yang tidak selalu dan harus aku penuhi, karena pasangan hidup telah ditentukan olehNya, karenanya aku hanya dapat berusaha semampuku, tidak strict dan lebih fleksibel menerima siapa saja nanti yang akan menjadi pasangan hidupku. Mungkin memang masih terlalu jauh, namun tidak ada salahnya jikalau harus dipikirkan sekarang. Mulai saat itu, aku mulai tertarik padanya, karena ia nanti dapat melengkapiku di rumah untuk berwirausaha. Namun, setelah aku meneguhkan hatiku, aku begitu kaget sekaligus bersyukur, seolah dia mau untuk menjadi pendampingku, ketika dia mengutarakan, bahwa adia ingin menjadi seorang dokter, dokter specilist anak.
            Pemaparannya dan tercengangnya diriku ini terjadi ketika aku mengambil buku novel Andrea Hirata di rumahnya. Seingatku, aku mempunyai 3 agenda pada hari itu. Ke rumah Inggrid untuk silaturahmi sambil kasih oleh - oleh (karena aku baru dari jogja), ke rumah **** untuk ambil novel, dan ke rumah nenekku yang juga menjadi guruku di SMA dulu. Pada awalnya, ketika kutanyakan rumahnya mana, dia terus mengelak, menanyakan alasanku kerumahnya karena seharusnya tanggung jawabnyalah mengembalikan novel. Lalu, aku jelaskan bahwa aku mempunyai agenda itu, dan sekalian ke rumahnya sebentar, untuk mengambil novel.  Dia lalu setuju, dan memberikan alamat rumahnya. Setelah aku dari rumah inggrid, aku benar -  benar kerumahnya, mencari ruhahnya. Memang benar, rumahnya ada minimarketnya, keren batinku, lalu aku tercengang ketika aku melihat plang tidak jauh dariku, ada dokter spesialis jantung yang praktek disini! Aku melihat kembali ponselku, memastikan apakah benar ini rumahnya, dan benar. Tiba - tiba, aku jadi merinding, aku beli minum di minimarketnya untuk menghilangkan nervous. Lalu, dia muncul dari dalam, sebuah gang atau lebih tepatnya lorong atau apalah itu. Dia bawa novel yang dia pinjam, lalu aku ngobrol bentar dan kasih oleh - oleh pada dia, kalung yang bentuknya pohon. Lalu, beberapa hari kemudian, aku menanyakan padanya ingin jadi entreprenur atau dokter dia sebenarnya, dia jawab keduanya dokter sekaligus entrepreneur.
       Sebenarnya, setelah aku dari rumah neneku, aku ke SSC bentar. Niatnya memang untuk bertemu dengannya. Sekalian bertemu guru - guruku dulu. :) Kemudian aku sms dia, dan aku lihat pancaran senang dan antusias di wajahnya ketika melihatku. Aku terpaku ketika melihat senyumannya. Aku ingin susul dia, namun aku juga tak dapat meninggalkan reunianku dengan guru - guru dan staff SSC yang begitu dekat denganku. :) sebuah hari yang indah. Hari itu takkan ku lupa.
         Setelah itu, aku tidak pernah bertemu dengannya lagi. 1 kali pun. Komunikasi kami hanyalah dengan SMS! dan sesekali dengan media sosial. Lama sekali memang. Lamaaaaa.. aku tidak bertemu dengannya. Aku hanya dapat melihat fotonya di media sosial, untuk melepas kerinduanku. Memang, aku juga jarang pulang ke kampung halaman. Pun, jika aku pulang, aku juga melepas rindu dengan orang tuaku, dan jikalau aku ada waktu, alasan apa yang akan aku buat untuk bertemu dengannya? ada ide? Ya. Lama sekali. Dan aku begitu rindu. Pernah aku mencoba meneleponnya, namun ternyata no ponsel yang biasa digunakannya rusak. Dan untungnya aku masih punya no ponselnya yang lain. Untung saja. Mencari momentum, dan meminta izin untuk meneponnya pun tidak mudah, memang aku jarang menanyakan, karena pulsaku terbatas tentunya, (apalagi tanggal tua xp). Selain itu, mengumpulkan segala kekuatan untuk siap meneleponnya tu tudaklah mudah. Perlu puasa 1 hari 1 malam! #becanda. Yah, pokoknya tidak mudah. Dan ketika aku siap, aku tanyakan padanya, "dek, aku boleh nelfon?" "Jangan dulu deh kak, udah malam, gak enak sama yang lain" ya... Gitu deh. Persiapanku berjam - jam mengumpulkan energi dan segala sesuatunya seakan menguap begitu saja. ya gimana lagi, aku ya mau gak mau berkata "oh, yasudah, gpp.. :)"
       Ya, pernah, untuk kesekian lama, aku tidak sms ataupun hubungi dia. Selain fokusku berbeda, lebih untuk kerjaan, aku juga galau, ketika eyang temenku mengatakan " Kalau kamu bukan dokter, jangan sekali - kali berniat untuk menikahi seorang cewek dokter, makan makan hati" dan segala penjelasannya yang bak sudah makan asam manis kehidupan, aku cuma manggut - manggut. Untuk beberapa lama, aku justru penasaran. Memangnya bagaimana dokter itu sebenarnya? Setelah aku mengumpulkan bermacan responden yang mau bercerita mengenai pengalamannya, baik itu yang istrinya dokter namun ia bukan dokter, yang ibunya dokter, teman yang lagi kuliah dokter, dll. Aku mendapatkan bermacam pencerahan, pesannya adalah "ya semua itu tergantung orangnya". "Kalo muslimah, pasti masih memikirkan keluarganya"
         Sejak saat itu aku mulai hubungi **** lagi. Berharap silaturahmi dan komunikasi kami terjalin kembali. Namun, gaya smsnya ke aku jadi berbeda. Aku juga gak tau mengapa. Pkirku karena dia terlau fokus pada ujiannya test nya, namun hal ini brangsur - angsur sampai dengan sekarang. Aku penasaran. Seingatku, gaya SMSnya ini berubah ketika ia bilang kepadaku, dia sedang jatuh cinta. Ada sedikit perasaan cemburu pada saat itu. Lalu, aku tanyakan, siapakah orang itu? Pertanyaanku menyasar padanya sampai dengan mengerucut kepada angkatanku ketika kami membagi ilmu di acara leadership ketika pertama kali kami bertemu (atau aku aja ya yang ngerasa bertemu dengannya waktu itu?). Dan, sebenarnya siapakah dia? Dan entah karena ini yang terbaik baginya atau aku dalam keadaan cemburu, aku hanya memberikan pesan untuknya. Kira - kira seperti ini "hahahaha.. ^-^ Iya, tapi kalo suka jangan berlebihan aja. Biasa - biasa aja. Kalo bisa jangan pacaran. Di usiamu yang labil ini, setan gampang mempengaruhi. Memang, menahan rasa itu memang susah. Dulu aku juga gitu, sampai sekarang, nahan rasa itu dan tidak mengungkapkan itu butuh perjuangan. Tapi, itulah yang sebenarnya Allah nilai dari kita. Kesabaran." Sejak saat itu, aku mulai merasa gaya smsnya berubah padaku. -_- Ya, dibilang bete sih bete, namun aku begitu mencintainya sekarang ini. Aku cinta dia. Aku cinta dia. Aku cinta dia! Aku CINTA DIA!!!! AKU CINTA DIA!!!! AKU CINTA DIAAAAAAAAAAA!!!!! Aku cinta kamu ****... Gak ada di dunia yang mampu mengungkapkan besarnya cintaku kepadamu. Jika dengan memberikan cincin di jari manismu sudah cukup, akan aku lakukan sepenuh hati. Aku ingin engkau menjadi Pendmping hidupku. Menjadi istri. Menjadi ibu dari anak - anakku. Dan kita nanti hidup bersama mengarungi samudera kehidupan. Saling menguatkan terhadap cobaan yang menguji. Aku cinta kamu ****, dan jikalau kamu tau, aku sedang berjuang. Berjuang untuk menahan rasa ini sampai tiba saatnya aku mengungkapkannya kepadamu. Di pelaminan, yang menyatukan hati kita, yang menyatukan keluarga kita. Berjuang untuk memperoleh surga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warrahmah. Amin.. Hanyalah dia... A**Y
        
        

          
          
               

Sabtu, 22 Desember 2012

Perubahan SURAM!!!

Prubahan selalu menimbulkan konflik. Pro dan Kontra. Bukan saja kebutusan presiden atau lembaga tinggi lainnya.
Bahkan perubahan berat badan Tante gue ini juga menimbulkan konflik batin dan Internal seluruh rumah ini.
Ya!!! yang benar saja, dulu tante gue yang Sueger~du (baca:Gendut) sekarang, berkat obat suplemen sialan yang mahalnya Naudzubillah, akhirnya bisa singset! Set! Set! Dan korban dari Obat sialan itu adalah seluruh orang di rumah ini!! Termasuk Gue... T-T
Kehidupan belum terlalu buruk ketika awal tante gue berhasil dengan program diet dengan obat SUPER MAHAL! nya itu. Masih dalam taraf normal lah.
Kerja sebagai ibu rumah tangga seperti biasanya, masih rajin banget malahan. Motifnya sih biar kurusin badan katanya. Dan bencana benar - benar dateng
ke orang rumah setelah tante gue kenal sama orang MLM fasion yang namanya Monik! Damn!!! Tante gue di di bujuk gitu, semacam di prospek agar penampilannya
seperti Bunga Citra Lestari!! Plis!!! o_O!! How Come Cobak!!! Bisa2 dunia kiamat kalo tante gue ngikut tu orang dan jadi kayak BCL terus cerai sama om gue terus nikah lagi terus dapet pengusaha kaya raya kayak Krisdayanti, terus punya anak, dan gue di acuhkan.... ~_~ Tapi itu gak mungkin banget!!! Hohohoho.. Secara tante gue udah uzur gitu.
Damn!!! Tante gue jadi Rajin banget di depan kaca, ke Salon, arisan dan Ke butik pastinya, buat ngerumpi!!! Dan, yang benar2 bencana dan kiamat tanda - tandanya mulai muncul!!! Gue jadi korban aas semua perunahan itu!!!
Tante gua jadi males kerjain kerjaan rumah yang selama ini jadi media kurusin badannya!!1 T-T dan gue jadi korban!!! Arrgh.. Kalo suru cuci piring atau sapu2 atau suruh ambilin apa gitu si gue masih in ye.. Nah, sangking malesnyanya tante gue sampek sampek pada suatu ketika tante gue lagi dandan, dan pliss.. "Bim, ambilin BH tante ya" HAH???!!!

Minggu, 23 September 2012

Rasaku, Rasanya

                                                                                                                                         23/9/12

        Telah lama sudah sejak aku pertama kali bertemu dengannya. Telah lama sudah aku tidak penah jatuh cinta seperti ini. Aku telah memohon pada Tuhan untuk menunjukkan jodohku kelak, lalu ia muncul dengan yang lain. Meskipun aku bersikap biasa saja seperti biasanya, namun rasanya ada yang berbeda dengannya. Dia begitu meneduhkan hatiku. Kerudung lebarnya lah seolah jawaban dariNya atas doaku padaNya. Namun aku juga tak yakin, aku mencoba membohongi diri, aku mencoba mengganngap ini adalah rasa yang sama dengan yang lain. Lama berselang, aku semakin merasa dihantui, aku tak nyaman atas rasa ini. Apakah ini cinta? Ah, aku tak mau terburu - buru. Aku yakin jika aku bersabar, maka rasa ini akan hilang dengan sendirinya, jika itu hanya nafsu maka aku akan cepat melupakannya. Takdir berkata lain, aku semakin nyaman dengannya, dengan rasa ini, dan aku juga semakin merasa bersalah atas ini. Haruskah rasa ini muncul sekarang? Aku takut atas dosaNya. Aku takut akan siksanya atas perbuatanku, rasa cintaku yang tak beralasan sekarang, cintaku yang akupun belum siap jika aku menikahinya sekarang. 
     Cinta yang Tak Berarah, begitulah mungkin cintaku sekarang ini meskipun aku punya tujuan untuk menikah di umurku yg ke 25 nanti dan itu masih 5 tahun lagi. Aku ingin meyakinkan semuanya, apakah ini hanyalah hasutan setan atau memang jawaban dari Yang Maha Pengasih dan Yang Maha Penyayang, aku tunjukkan pada ibu foto - foto teman teman perempuanku, dan aku sisipkan 1 fotonya diantara banyak foto -foto itu. Subhanallah, ibu memilihnya! Aku senang dan juga sedih. Lalu apa yang harus aku lakukan? Masih belum siap jika aku menikahinya, tidak mungkin aku berpacaran dengan dia karena aku memiliki prinsip yang aku tanamkan jauh - jauh hari. Sangat merasa bersalah padaNya jika prinsip yang aku bangun dan aku pertahankan dengan berdarah - darah ini harus berakhir sekarang. Hingga akhirnya aku tahu apa itu zina, Zina hati yang aku sebut sebagai mencintai tanpa dasar ternyata adalah rasa cinta melebihi cinta kepada Tuhan dan RasulNya, teryata lebih luas cakupannya dibanding dengan cinta kepada lawan jenis. Maka mencintai apapun di dunia ini melebihi cinta padaNya dan rasulNya lah adalah batasanku. Mungkin sedikit melegakan bagiku, aku kini telah tenang mencintai dia, dan cintaku padanya ternyata membuatku mencintai Allah dan Rasulullah menjadi lebih besar. Aku mohon lindunganMu Ya Allah, agar aku tidak terjerumus di jalan setan yang terkutuk atas pilihanku yang sangat beresiko ini. Aku mohon LindunganMu agar aku tetap berjalan diatas prinsip yang aku telah bangun bersusah payah ini.. Amiin..