Minggu, 23 September 2012

Rasaku, Rasanya

                                                                                                                                         23/9/12

        Telah lama sudah sejak aku pertama kali bertemu dengannya. Telah lama sudah aku tidak penah jatuh cinta seperti ini. Aku telah memohon pada Tuhan untuk menunjukkan jodohku kelak, lalu ia muncul dengan yang lain. Meskipun aku bersikap biasa saja seperti biasanya, namun rasanya ada yang berbeda dengannya. Dia begitu meneduhkan hatiku. Kerudung lebarnya lah seolah jawaban dariNya atas doaku padaNya. Namun aku juga tak yakin, aku mencoba membohongi diri, aku mencoba mengganngap ini adalah rasa yang sama dengan yang lain. Lama berselang, aku semakin merasa dihantui, aku tak nyaman atas rasa ini. Apakah ini cinta? Ah, aku tak mau terburu - buru. Aku yakin jika aku bersabar, maka rasa ini akan hilang dengan sendirinya, jika itu hanya nafsu maka aku akan cepat melupakannya. Takdir berkata lain, aku semakin nyaman dengannya, dengan rasa ini, dan aku juga semakin merasa bersalah atas ini. Haruskah rasa ini muncul sekarang? Aku takut atas dosaNya. Aku takut akan siksanya atas perbuatanku, rasa cintaku yang tak beralasan sekarang, cintaku yang akupun belum siap jika aku menikahinya sekarang. 
     Cinta yang Tak Berarah, begitulah mungkin cintaku sekarang ini meskipun aku punya tujuan untuk menikah di umurku yg ke 25 nanti dan itu masih 5 tahun lagi. Aku ingin meyakinkan semuanya, apakah ini hanyalah hasutan setan atau memang jawaban dari Yang Maha Pengasih dan Yang Maha Penyayang, aku tunjukkan pada ibu foto - foto teman teman perempuanku, dan aku sisipkan 1 fotonya diantara banyak foto -foto itu. Subhanallah, ibu memilihnya! Aku senang dan juga sedih. Lalu apa yang harus aku lakukan? Masih belum siap jika aku menikahinya, tidak mungkin aku berpacaran dengan dia karena aku memiliki prinsip yang aku tanamkan jauh - jauh hari. Sangat merasa bersalah padaNya jika prinsip yang aku bangun dan aku pertahankan dengan berdarah - darah ini harus berakhir sekarang. Hingga akhirnya aku tahu apa itu zina, Zina hati yang aku sebut sebagai mencintai tanpa dasar ternyata adalah rasa cinta melebihi cinta kepada Tuhan dan RasulNya, teryata lebih luas cakupannya dibanding dengan cinta kepada lawan jenis. Maka mencintai apapun di dunia ini melebihi cinta padaNya dan rasulNya lah adalah batasanku. Mungkin sedikit melegakan bagiku, aku kini telah tenang mencintai dia, dan cintaku padanya ternyata membuatku mencintai Allah dan Rasulullah menjadi lebih besar. Aku mohon lindunganMu Ya Allah, agar aku tidak terjerumus di jalan setan yang terkutuk atas pilihanku yang sangat beresiko ini. Aku mohon LindunganMu agar aku tetap berjalan diatas prinsip yang aku telah bangun bersusah payah ini.. Amiin..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar